Aduh, Tidak Cukup Lagi

Home / TAZKIRAH / Motivasi / Aduh, Tidak Cukup Lagi

24 hours a day

Orang kata masa selalu sahaja mencemburi kita, Betulkah ungkapan ini? Tatkala peperiksaan hampir menjelang, kita terlalu sibuk mengulang kaji. Sehingga merasakan masa terlampau singkat, dan tidak berkeyakinan untuk menduduki peperiksaan keesokan harinya. Namun, sebulan hari-hari sebelum peperiksaan menjelang, apakah yang kita lakukan? 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan 52 minggu setahun. Setiap manusia memiliki masa yang sama.. Namun kita cenderung untuk tidak menghargai nilai masa…

To realize the value of one year: Ask a student who has failed a final exam.

Ini bukan mungkin lagi, tetapi, kebanyakan rakan-rakan kita, atau kita sendiri pernah rasa menyesal, kecewa dan patah hati, mengenangkan keputusan yang tidak seberapa. Last minutes study, acapkali menjadi pilihan para pelajar. Katanya, last minutes study, lebih feeling, lebih zouk!

Mungkin benar bagi sesetengah antara kita, namun musibahnya mungkin lebih besar jika kita study last minute. Fikirkanlah~

To realize the value of one month: Ask a mother who has given birth to a premature baby.

Betapa seorang ibu itu mengharapkan bayi yang dikandungnya itu sihat dan selamat. Mengharapkan suatu hari nanti bayi itu apabila dewasanya kelak, akan menjadi kebanggaannya kelak. Membayangkan betapa comel anaknya kelak.

Namun, segala-galanya telah termaktub di Luhil Mahfuz, bayinya pra-matang. Betapa sebulan itu, mengubah segalanya.

To realize the value of one week: Ask an editor of a weekly newspaper.

“Aduh, artikel tidak siap lagi. Hujung minggu ni kene summit. Hish, tension!!!” Mungkin, itu adalah rungutan para editor majalah mingguan. Isnin dirasakan terlalu dekat dengan ahad. Dirasakan, 7 hari itu tidak cukup baginya.

To realize the value of one hour: Ask the lovers who are waiting to meet.

59 minit, 58 minit, 57 minit… setiap minit bagai terlalu lama untuk berlalu. Terlalu panjang.

To realize the value of one minute: Ask the person who has missed the train, bus or plane.

Memang panas, walau seminit terlewat, langsung mereka tidak membenarkan untuk check-in. Terbayang tikert flight yang dibeli. Mahal. terbayang wajah mak dan ayah. Sedih. Seminit yang berharga.

To realize the value of one second: Ask a person who has survived an accident.

Paul Twaragowsk terlepas flightnya, namun ianya bukan kecelakaan, sebaliknya adalah rahmat buatnya. Beliau sepatutnyaberada di berada di dalam pesawat Continental Flight 3407, yang terhempas membunuh 49 peumpang.

[yframe url=’http://www.youtube.com/watch?v=x6lv0Auo8pU’]

To realize the value of one millisecond: Ask the person who has won a silver medal in the Olympics.

Hanya para atlet yang mengetahui betapa nilainya 1 milisecond itu berharga.

[yframe url=’http://www.youtube.com/watch?v=By1JQFxfLMM’]

To realize the value of this precious life : Ask the person who lay six feet under earth

Dan (sungguh ngeri) sekiranya engkau melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhan mereka (dalam keadaan malu dan hina, sambil merayu): Wahai Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar dengan sejelas-jelasnya (akan segala yang kami ingkari dahulu); maka kembalikanlah kami ke dunia supaya kami mengerjakan amal-amal yang baik; sesungguhnya kami sekarang telah yakin. (QS 32 : 12 )

Kesimpulan

Setiap daripada kita diberikan 1 bekas masa 24 jam sehari, dan terserah kepada kita untuk menyusun dan merancang masa mengikut keutamaannya.

Dan menjadi tugas kita untuk menilai keutamaan dalam pekerjaan kita seharian, supaya insyaAllah kehidupan kita lebih cemerlang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *